SMP Kusuma Bangsa dalam Acer Smart School Awards 2021
Rabu 25 Agustus 2021, seperti biasa kami menjalani hari itu dengan tetap semangat di tahun ajaran yang baru berharap pandemi berlalu. Pembelajaran di SMP Kusuma Bangsa Palembang saat itu melalui aplikasi zoom meeting dan LMS yang dimiliki sekolah.
15.23 waktu dimana kami bersiap untuk kembali kepelukan keluarga, Miss Tie berbagi info di WAG istimewa kompetisi yang diadakan acerforeducation dengan pesan "siapa tau kira - kira sekolah kita bisa menang". Informasi tersebut di dapat Miss Tie dari salah satu alumni sekolah kami Michael Gitonobel. Pak alex selaku ketua yayasan langsung memberi respon kepada staff kami Miss Puji (SD), Pak Bertus (SMP) , dan Bu evi (SMA). "tolong pelajari dan daftar ya", tulis beliau di WAG istimewa.
Meski tak di mention tapi hati kecil ini berhasrat besar mau tau pake banget bahasa gaulnya untuk kepo kompetisi apa ini ?
slide demi slide informasi kompetisi sore itu dibaca, semakin membuncah keinginan hati untuk berkompetisi. ke esokannya penulis mengajukan diri untuk mengikuti kompetisi ini izin dengan kepsek SMP karena ini membawa nama Sekolah dan menggandeng seorang rekan guru sebagai "partner 500 jutaku". Slogan ini selalu penulis ucapkan, tuliskan, dan gaungkan karena begitu kuatnya keinginan hati untuk membuktikan bahwa sekolah kami layak menjadi the best school melalui kompetisi ini.
Tidak mudah melalui hari - hari pertama kami untuk memulai serangkaian proses pendaftaran, pemenuhan syarat administrasi, pengajuan proposal, dan mengikuti serangkaian webinar yang wajib. Di saat yang bersamaan penulis dan rekan harus tetap memberikan pendidikan terbaik untuk peserta didik meski mereka belajar dari rumah sekaligus menjawab panggilan negara menjadi tenaga sukarelawan vaksin virus corona. Ketua Yayasan kami mendedikasikan dirinya memberikan pelayanan terbaik dalam pengadaan vaksinasi di wilayah kota Palembang.
Last story
the best school of the year 2021 jatuh kepada SMP Kusuma Bangsa Palembang.
Alhamdulillah
satu episode indah dalam hidupku sebagai seorang pendidik

Komentar
Posting Komentar