Kesimpulan dan Refleksi Modul 1.1 PGP

 


Oleh : Hermawiriawati

Program Guru Penggerak Angkatan 9


Pendidikan dan pengajaran yang saya maknai selama ini adalah bagaimana menyampaikan seluruh materi pelajaran dan murid mendapat nilai diatas kriteria ketuntasan minimal (KKM). Sukses mengajar ditandai dengan hasil penialain akademik murid yang diatas KKM lebih dari 50%. Tidak pernah terlintas dalam pemikiran saya tentang kecakapan murid yang berbeda dalam menerima materi, gaya belajar yang berbeda, kondisi lingkungan di rumah, minat dan bakatnya akan sangat mempengaruhi tumbuh kembang murid. Hal ini bertahun-tahun saya lakukan karena mengingat dan mencontoh yang telah dilakukan guru terdahulu, meskipun saya menyadari ada hal yang harus diperbaiki dari proses Pendidikan dan pengajaran tersebut.

Setelah mempelajari modul 1.1 Filosofi Pendidikan Ki Hajar Dewantara, saya jadi mengetahui sejarah mulainya Pendidikan di Indonesia yang berangkat dari Pendidikan di masa kolonial yang hanya berpihak pada kepentingan penjajah. Berdirinya Taman Siswa menjadi simbol Pendidikan dan Pengajaran, dengan semboyannya yang terkenal yaitu :  Ing Ngarsa Sung TuladaIng Madya Mangun KarsaTut Wuri Handayani. 

  • Ing Ngarsa Sung Tulada artinya dari depan, seorang pendidik harus memberikan teladan yang baik.Makna dari Ing Ngarsi Sun Tulodo dapat diartikan bahwa sebagai seorang pemimpin, harus memiliki sikap serta perilaku yang patut untuk menjadi di contoh oleh pengikutnya.
  • Ing Madya Mangun Karsa artinya dari tengah, seorang pendidik harus dapat menciptakan prakarsa atau ide
    Ing Madyo Mbangun Karso dapat diartikan bahwa seorang pemimpin juga harus bisa berada di tengah-tengah untuk dapat membangkitkan atau membentuk niat para pengikutnya untuk terus maju dan melakukan inovasi.
  • Tut Wuri Handayani artinya dari belakang, seorang pendidik harus bisa memberi arahan.

yang berarti bahwa seorang pemimpin jika berada di belakang.

Kalimat terakhir ini pun dapat diartikan harus dapat memberikan motivasi serta dorongan untuk semangat kerja bagi para pengikutnya.

 

Dikutip dari  https://manado.tribunnews.com/2021/05/02/makna-semboyan-ing-ngarsa-sung-tulada-ing-madya-mangun-karsa-tut-wuri-handayani-sosok-pencetusnya.
Penulis: Aldi Ponge | Editor: Aldi Ponge

 

   

 

Berdasarkan pemikiran Ki Hajar Dewantara bahwasanya pendidikan adalah tempat persemayaman benih-benih kebudayaan masyarakat, guru bertugas menuntun segala kodrat yang ada pada murid agar mereka dapat mencapai keselamatan dan kebahagiaan yang setinggi-tingginya. Murid itu seperti biji tanaman yang disemai, mereka dapat tumbuh dengan baik karena perhatian dan perawatan dari pendidik.

Anak lahir dengan kodrat alam dan dikelilingi kodrat zaman. Kodrat alam berkaitan dengan sifat dan bentuk lingkungan di mana anak berada. Artinya bahwa setiap anak sudah membawa sifat atau karakternya masing-masing, guru tidak bisa menghapus sifat dasar. Yang bisa dilakukan adalah menunjukkan, menuntun, dan membimbing mereka agar karakter baik semakin tegas terlihat, hingga menutupi/mengaburkan karakter buruknya.

Ali Bin Abi tholib mengatakan didiklah anak sesuai dengan zamannya. Hal ini juga bersesuaian dengan pemikiran KHD akan Kodrat zaman, guru harus memberikan bekal keterampilan kepada murid sesuai zamannya agar mereka bisa hidup, berkarya, dan menyesuaikan diri. Guru harus menyiapkan murid dengan kecakapan Abad 21 yang meliputi ; (1) keterampilan berpikir kritis dan pemecahan masalah (Critical Thinking and Problem Solving Skill); (2) kecakapan berkomunikasi (Communication Skills); (3) kreativitas dan inovasi (Creativity and Inovation); (4) Colaboration (kolaborasi).

Berdasarkan apa yang telah saya pelajari dan pahami membuat saya merasa untuk menyegerakan perubahan dalam pembelajaran di kelas. Saya akan menyadarkan Kembali pentingnya untuk berdoa mengingat Tuhan yang telah menciptakan dengan segala kebaikanNYA, memberikan kebebasan dalam membuat kesepakatan kelas selama proses pembelajaran untuk melatih disiplin dan tanggungjawab murid. Mengaitkan materi pembelajaran dengan informasi yang uptodate dan tepat guna. menghindari pemberian tugas yang sama bentuk karena hal itu akan mengurangi kreativitas dan bertentangan dengan kodrat alam murid. Mencari sebab dan solusi bersama dengan murid untuk mengatasi masalah yang muncul.

Perancangan model pembelajaran yang berpusat pada murid dalam pelajaran matematika yang saya ampu. Saya akan menggabungkan rasa nyaman dalam belajar sekaligus kecakapan berpikiri kreatif, berkomunikasi dengan baik, inovatif, serta kolabasi. Saya juga akan memanfaatkan media digital untuk mendukung proses pembelajaran misalnya dengan memanfaatkan aplikasi canva, quiziz, dan LMS yang dimiliki satuan Pendidikan sendiri berupa SIP dan moodle.

Setiap perencanaan pembelajaran yang dibuat akan saya implementasikan, melakukan refleksi dan pembenahan untuk hasil yang lebih baik. Pentingnya membuat komunitas disekolah sebagai salah satu wadah untuk berkolaborasi dengan warga sekolah untuk menciptakan iklim mewujudkan tujuan Pendidikan.

Terus Bergerak untuk Indonesia Maju

 Terimakasih 


 


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Writer's Block

Untukmu

5 Tipe Menulis