Perintah Menulis dari Allah

 



Kamis Manis semanis senyum mu bunda LiLis

Hmmm kebayang bagaimana hangat sapa mu

Untuk kami penulis pemula

13 Oktober 2021 Malam rabu yang tak ragu karena saya niatnya sudah dipasang dari kemarin untuk ikut kelas materi malem ini.

Menulis Semudah Ceplok Telur 

Narasumber : Dra. Lilis Ika Herpianti Sutikno, S.H

Moderator : Dail Ma’ruf

Sejak flyer cantik dilayangkan sudah banyak tanya apa iya menulis itu semudah ceplok telor, dengan sedikit bibir maju aku bergumam dalam hati, ya nggak mungkin lah bunda apalagi baru pertama mau mencoba menulis yang tulisannya notabene mau dibaca orang lain. Menulis daftar belanja saja masih ketik delete soalnya harus menyeimbangkan pendampatan dan pengeluaran satu lagi yang lebih penting menganalisa kebutuhan atau sekedar ke inginan.

Slide demi slide mulai dikirimkan moderator yang baik hati penghubung kita penghangat suasana. Ada rasa yang terhujam ketika visualku pada sederet kata dalam Firman Allah QS Al - Baqarah 282 :" Hai orang - orang yang ber iman apabila kamu bermu'amalah tidak secara tunai untuk waktu yang ditentukan, hendaklah kamu menuliskannya". Bunda Lilis menyatakan Allah pun telah mengajarkan kepada hamba NYA untuk mencatat karena itu bermaslahat. 

  

Teringat pun dengan sebuah hadis “ Allah telah menulis (di Lauhu Mahfuzh) segenap takdir  makhluk 50.000 tahun sebelum Allah menciptakan langit dan bumi” (HR. Muslim) dari Abdullah bin Amr RA dan masih banyak lagi dalam kalam Allah yang menerangkan Allah telah menulis.

Bibir yang sedikit maju tadi mulai membeku, meskipun masih ada rasa keraguan terhadap diri. Lanjut membaca CV bunda lilis dengan banyak karyanya apalagi sudah ada yang best seler , hmmm wajar saja bunda mengatakan menulis itu semudah ceplok telor.

Tapi bunda menceplok telor itu nggak semuanya mudah kadang kita merasakan pedih terciprat minyak panas, kadang kita kaget melihat kulit telur yang ikutan ke penggorengan.

Sambil terus baca slide pemikiran – pemikiran sempitku juga berputar – putar  tetap cari penyangkal dan pembelaan diri , ya iyalah bunda kan karya nya banyak.  Jari jemari bunda  lincah banget menari diatas papan ketik. Tapi....

Terimakasih bunda lilis untuk beberapa wejangan hangat ini, kata bunda dalam menulis kita akan menemui banyak kesulitan, berjumpa pada penderitaan, dan kesusahannya. Kita hanya perlu menajamkan pikiran jika pikiran nya macet maka ber istirahatlah. 

Pensil yang tumpul pun harus diarut dulu kan supaya asyik dipakai begitupun pikiran yang tumpul harus dipertajam dengan membaca.

Saya jadi tahu sekarang  menceplok telor akan terasa mudah dan aman jika kita melakukan dengan senang hati dan menggunakan perangkat memasak dengan hati - hati, pun begitu dengan menulis akan terasa mudah dan se sederhana itu.  Menulislah  sebagai bukti bahwa diri ini sebagai hamba yang menjaga ilmu.








Komentar